Mengedit dan mengatur koleksi foto cara orang awam

Tahun 2004 adalah awal dari tahun kejayaannya kamera digital. Sebegitu populernya sampai kamera digital adalah hadiah natal dan tahun baru yang lebih banyak dipilih daripada DVD player. Sebegitu populernya sampai para fotografer profesional yang biasa menggunakan kamera analog (dengan sedikit bersungut-sungut) akhirnya mulai beralih ke kamera digital.

Sebegitu populernya, sampai Kodak memutuskan untuk tidak lagi memproduksi film untuk kamera analog.

Kamera digital membuat proses memotret semudah mengedipkan mata. Dan dengan kapasitas kartu memori yang semakin besar dan harga yang semakin murah, mudah sekali menjejali isi hard disk dengan ribuan foto dalam waktu singkat. Semua orang bisa menjadi seorang fotografer dengan mudah. Prinsipnya, “Jepret dulu, pikirin belakangan.”

Masalahnya, tidak semua orang dianugerahi dengan bakat untuk bisa menghasilkan foto yang selalu bagus, dan mudah sekali kehilangan pegangan jika kita harus me-manage sekian ribu foto. Karena itu kita perlu bantuan software yang bisa melakukan keduanya; mengedit dan mengatur koleksi foto.

Beberapa alternatif yang tersedia
Tentu saja Photoshop dan Photoshop Album itu sangat bagus. Semua orang pasti setuju. Tetapi tidak semua orang membutuhkan segala macam fitur hebat yang ada disitu. Tambahan lagi, tidak semua orang sanggup membayar harganya yang cukup mahal dan punya cukup waktu untuk mempelajarinya. Kadang-kadang yang kita perlukan hanyalah fungsi editing sederhana dan manajemen gambar yang memadai.

Gratis dan mudah adalah kata kunci yang digunakan untuk software-software berikut ini. Tetapi hal pertama yang harus digaris bawahi adalah bahwa mereka bukan dan tidak akan pernah menjadi pengganti software image editing profesional. Secara mendasar mereka adalah software manajemen foto, dengan tambahan kemampuan editing gambar.

Picasa yang sebelumnya tidak gratis, mendapatkan nafas baru setelah ‘diambil alih’ oleh Google. Versi 2 adalah update besar pertamanya dibawah naungan Google. Banyaknya review positif mengenai software ini menunjukkan bahwa ia memang bagus. Banyak yang menyayangkan kenapa Picasa hanya tersedia hanya untuk Windows.

Sedangkan IrfanView adalah buah tangan seorang programmer Bosnia – Irfan Skiljan, dan termasuk salah satu software ‘veteran’ yang selalu ada di daftar favorit para pecinta gambar digital sejak pertama kali di-release pada tahun 1996. Program ini juga Windows only. Yang mencengangkan adalah bagaimana bisa begitu banyak fitur hebat yang dimiliki program ini bisa ‘dipadatkan’ menjadi sebuah file executable seukuran 400-an kilobyte. Angkat topi untuk bang Irfan.

Tidak afdol rasanya jika kita membicarakan masalah pengolahan gambar tanpa menyinggung platform yang memang menjadi pilihan para image editor – Apple Mac. Software sejenis untuk Mac OS adalah iPhoto, bagian dari suite iLife yang akan secara otomatis termasuk dalam paket pembelian sistem Mac. Kemudahan dan fitur-fitur unggulannya juga membuat sebagian pengguna PC menyayangkan bahwa iPhoto hanya tersedia untuk Mac.

Dengan pertimbangan keterbatasan ruang, disini kita akan membahas Picasa saja.

Image
[Gambar 1. Picasa]

1 thought on “Mengedit dan mengatur koleksi foto cara orang awam”

  1. terimaksih sebelumnya

    wah saya sangat senang sekali dengan program photoshop ini tapi saya belum begitu menguasai program photoshop ini, gimana caranya supaya saya bisa mudah belajar program photoshop ini. kalau bisa tolong ya kirim cara2 mudah belajar photoshop.
    kirim aja ke mailnya saya ( mouche_0609[at]yahoo[dot]co[dot]id)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top