13 Keuntungan Menjadikan Blog Sebagai Sumber Penghasilan

Internetips - 13 Keuntungan Menjadikan Blog Sebagai Sumber Penghasilan

Semua orang setuju bahwa potensi sumber penghasilan dari memiliki bisnis sendiri sangat jauh melebihi gaji sebagai pegawai. Tetapi kenapa kebanyakan orang memilih untuk menjadi pegawai? Karena bisnis juga datang dengan segala masalah dan problem yang jauh lebih besar. Jika Anda sedang berpikir untuk memulai suatu bisnis tetapi ragu-ragu karena berbagai masalah yang mungkin timbul, kenapa tidak memilih untuk membangun website atau blog?

Berikut adalah 13 keuntungan menjadikan blog sebagai sumber penghasilan.

Sekarang mari kita lihat masing-masing faktor dengan lebih mendetail.

Catatan: Artikel ini adalah bagian dari tantangan 1Y1Kmo.

13 keuntungan menjadikan blog sebagai sumber penghasilan

1. Tidak perlu modal besar

Mereka yang pernah (mencoba) memulai bisnis, pasti tahu bahwa rata-rata membutuhkan modal besar – jutaan, mungkin malahan puluhan atau ratusan juta. Memulai sebuah blog bisa dilakukan dengan modal relatif kecil.

Internetips - 13 Keuntungan Menjadikan Blog Sebagai Sumber Penghasilan

Biaya yang perlu dikeluarkan:

  • Hosting → beberapa puluh atau ratus ribu rupiah per bulan – tergantung paket hosting yang dipilih dan penyedia layanan hostingnya. Biasanya biaya ini akan lebih murah jika dibayarkan per tahun. Biaya ini biasanya sudah termasuk berbagai pilihan platform blog yang bisa digunakan.
  • Domain → Beberapa puluh atau ratus ribu rupiah ber tahun – tergantung jenis domain dan penyedia layanan domainnya.
  • Beberapa plugin dan tool → Meskipun hampir semua plugin “wajib” bisa digunakan secara gratis, ada beberapa rekomendasi dimana versi berbayarnya menawarkan fitur yang jauh lebih baik. Ada juga beberapa rekomendasi tool berbayar yang akan sangat mempermudah pekerjaan kita nantinya.
  • Theme → Sama seperti plugin, ada banyak theme yang tersedia secara gratis, tetapi versi berbayar biasanya memberikan fitur tertentu dan membantu Anda menghemat waktu dalam pengaturan tampilannya.
  • Konten → Untuk mereka yang tidak ingin pusing atau ingin mengembangkan blognya menjadi lebih besar, membayar penulis untuk membuat konten adalah pilihan yang masuk akal. Untuk para pemula, disarankan untuk membuat konten sendiri terlebih dahulu.
  • Ilmu → Tentunya ada banyak hal yang perlu dipelajari untuk bisa membangun sebuah blog yang sukses dan menghasilkan. Banyak yang bisa didapatkan secara gratis, tetapi mungkin ada yang harus didapatkan dengan membayar untuk mempersingkat waktu.

Modal lain yang perlu disediakan adalah waktu untuk membangun blog dan membuat konten.

2. Nyaris tanpa resiko

Makin besar sebuah bisnis, makin besar potensi pendapatannya, dan makin besar pula resikonya. Silakan tanya semua orang yang menjalankan bisnis jika tidak percaya.

Tetapi menjadikan sebuah website atau blog sebagai bisnis bisa dibilang hampir tanpa resiko. Apalagi jika kita membandingkan dengan potensi pendapatannya. Jika blog yang Anda mulai gagal, apa yang akan terjadi?

Anda kehilangan sedikit uang dan waktu yang sudah dikeluarkan untuk membangun blog tersebut.

Itu saja.

Tetapi jika berhasil?

3. Bisa dilakukan oleh siapa saja

Apakah Anda pegawai kantoran, ibu rumah tangga, pemilik kios gorengan, mahasiswa, pensiunan, murid SMA/SMP, driver ojol, seniman jalanan, freelancer, atau siapa saja? Anda bisa mulai nge-blog. Tidak ada batasan status, jabatan, keturunan, atau juga usia.

Tidak perlu kuliah khusus, tetapi ada beberapa ketrampilan yang dibutuhkan yang semuanya akan diajarkan lewat tantangan 1Y1Kmo.

4. Tidak Membutuhkan Peralatan Khusus

Selama ada gadget yang bisa mengakses internet, aman. Memang lebih nyaman jika ada komputer, tetapi bisa dilakukan dari telepon pintar juga – meskipun mengetik konten 1000 kata menggunakan keyboard di handphone membutuhkan kesabaran yang cukup tinggi.

5. Bisa dilakukan dari mana saja

Indahnya bisnis berbasis internet adalah tidak adanya batasan geografis dan waktu. Artinya siapapun bisa nge- blog dari mana saja kapan saja. Tidak perlu macet-macetan di jalan untuk sampai ke kantor, tidak perlu berangkat subuh dari rumah dan pulang larut malam, tidak perlu takut terpapar virus dari orang yang tidak dikenal.

6. Bisa dilakukan kapan saja

Subuh baru bangun? Bisa. Siang di jam istirahat? Bisa. Malam sebelum tidur? Bisa juga. Malam ketika tidur? Mmm, mungkin untuk beberapa orang yang bisa bekerja sambil tidur?

Intinya, membangun blog dan blogging bisa dilakukan kapan saja.

7. Waktu pengerjaannya relatif singkat

Berapa waktu yang harus disisihkan setiap hari untuk menjalankan “bisnis” ini? Untuk mereka yang betul-betul baru mulai, mungkin agak lama – terutama dalam pembuatan konten. Tetapi semakin terbiasa, waktu yang dibutuhkan semakin singkat. Apalagi jika dibantu dengan template yang tinggal pakai.

Mulailah seperti A, lalu lanjutkan dengan B. Isi C, D, dan E disini, tambahkan F di bagian akhir. Selesai.

Yang penting konsisten, pasti akan terlihat hasilnya. Secara umum, sisihkan dua jam setiap hari untuk mengerjakan ini.

8. Bisa kembali modal dengan cepat

Istilahnya adalah ROI – Return of Investment. Itu adalah waktu dimana modal yang dikeluarkan sudah kembali, dan pendapatan sesudah itu adalah keuntungan murni.

Karena modal yang dikeluarkan untuk bisnis blogging ini relatif kecil dan pendapatannya bisa dikembangkan sampai relatif cukup besar, maka ROI nya relatif cepat.  Jika dikerjakan dengan tekun, mungkin hanya dalam hitungan bulan Anda bisa mendapatkan uang melalui blog yang sudah melebihi biaya yang dikeluarkan di awal.

9. Bersifat passive income

Apakah pemilik suatu situs harus menunggu ketika setiap pengunjungnya mengklik iklan atau membeli produk menggunakan link yang ada di situs tersebut? Tidak.

Semua terjadi dengan sendirinya tanpa perlu campur tangan sang blogger. Penghasilan blog bisa dibilang hampir murni pendapatan pasif. Anda mendapatkan uang secara otomatis. Yang perlu dilakukan hanyalah fokus di membangun konten yang bermanfaat untuk pembaca blog Anda saja.

10. Bisa diwariskan

Blog atau website adalah properti virtual yang bisa diwariskan. Tidak perlu notaris atau pengacara dan surat wasiat, hanya perlu user name dan password.

Sepertinya keren bisa mewariskan website yang menghasilkan sekian ribu dollar per bulan.

11. Mudah untuk dikembangkan

Tidak ada batasan seberapa besar sebuah website bisa berkembang. Makin banyak konten bermanfaat yang ada didalamnya, akan semakin banyak juga visitornya. Karena visitor itu = income, maka semakin banyak konten bermanfaat berarti semakin besar juga income yang didapat sebuah blog/website.

Hitungan kasarnya, income sebuah website yang dikelola dengan baik adalah sekitar $10-$20 per 1000 visitor. Tetapi ini sangat tergantung dari banyak hal. Tetapi setidaknya Anda bisa menghitung berapa goal visitor yang harus didapatkan untuk mendapatkan income yang diinginkan.

Dan tidak ada larangan yang menyebutkan bahwa satu orang hanya boleh punya satu blog kan?

12. Bisa dijual

Untuk yang baru mengenal dunia per-website-an, ada kabar yang mungkin sedikit mencengangkan.

Sama seperti properti di dunia nyata, properti di dunia maya juga bisa di-perjualbelikan. Biasanya harga sebuah website adalah sekitar 10x income perbulannya.

Jika income dari blog Anda adalah $500 per bulannya, nilai dipasaran setidaknya adalah $5000.

13. Bisa digunakan untuk mendukung usaha lain

Pendapatan dari iklan dan produk afiliasi hanyalah dua dari banyak cara untuk memanfaatkan website/blog. Jika Anda memiliki usaha lain, website bisa digunakan untuk mendukung usaha tersebut.

Intinya adalah, dapatkan traffic lewat blog dengan membuat konten bermanfaat. Traffic ini nantinya bisa digunakan untuk apapun. Bayangkan jika ada toko dikunjungi oleh 10.000 orang yang tertarget setiap bulan, apapun yang dijual dijamin laku.

Kesimpulan

Peringatan: Blogging bukanlah cara tercepat atau juga termudah untuk mendapatkan uang dari internet. Membangun sebuah website atau blog yang menghasilkan passive income membutuhkan waktu dan usaha. Meskipun biaya berbentuk uang tidak terlalu besar, membangun blog adalah investasi yang lebih banyak dalam bentuk waktu dan usaha.

Jika dilakukan dengan benar, biasanya hasil dan manfaat blog baru mulai terlihat setelah 6 bulan keatas. Itu adalah waktu dimana traffic blog sudah mulai berada di kurva naik. Satu tahun adalah waktu yang normal untuk mendapatkan hasil yang sudah stabil.

Satu tahun? Lumayan lama ya? Tetapi tidak juga.

Sekarang bayangkan satu tahun kedepan. Apakah Anda bisa membayangkan mendapatkan penghasilan pasif dari blog, ataukah Anda menyesal kenapa satu tahun yang lalu tidak mulai membangun blog tersebut.

Blogging itu seperti menanam pohon buah-buahan. Hasilnya baru akan terlihat setelah pohon itu tumbuh besar dan berbuah. Tetapi jika kita tidak menanam pohon tersebut, kita tidak akan pernah bisa menikmati hasilnya.

Waktu yang paling tepat untuk memulai adalah sekarang. Dan sesudah melihat berbagai keuntungan menjadikan blog sebagai sumber penghasilan, apakah sudah siap untuk mulai membangun blog sendiri? Jadi, buatlah blog Anda hari ini dan ikutan tantangan 1Y1Kmo.

Published