Bagaimana cara menulis blog untuk pemula dengan konten SEO yang menarik pembaca? Simak tips mudah seputar cara membuat artikel dan contohnya untuk para blogger.

Jadi kamu sudah memutuskan untuk menjadi seorang blogger? Dan kamu juga sudah membangun blog sendiri menggunakan hosting terbaik dan termurah? Apa langkah selanjutnya? Tentu saja mengisi blog tersebut dengan konten bermutu.

Tetapi menulis artikel itu susah-susah gampang, terlebih untuk kamu para blogger pemula. Selain itu, karena masih pemula, kamu pasti belum percaya diri untuk memublikasikan tulisanmu, bukan?

Tidak sedikit dari kamu mungkin masih kebingungan. Pertanyaan yang sering dilontarkan adalah: bagaimana cara memulai sebuah tulisan? Bagaimana kamu dapat menulis postingan yang tepat untuk ditayangkan dalam blog atau website? Bagaimana caranya agar tulisanmu bermanfaat, mengundang klik masuk dari para pengunjung blog, dibaca oleh banyak orang, dan bisa membangun blog yang menghasilkan uang? Kemudian bagaimana cara untuk mempertahankan kesuksesan blog kamu?

Tutorial kali ini akan membahas mengenai cara menulis blog untuk pemula yang baik dan benar, termasuk cara menulis artikel dan contohnya. Kamu tidak perlu khawatir lagi, setelah membaca artikel ini, kamu bisa mendapatkan gambaran dan belajar bagaimana menulis konten blog dengan hasil yang menarik untuk dibaca. Ini adalah langkah awal untuk menjadi blogger sukses yang mahir menulis dan nantinya bisa menghasilkan uang dari blog seiring dengan perkembangan blog kamu.

Yuk, simak pembahasan tips blogging untuk pemula berikut ini!

Blog, Blogger, dan WordPress

01-Blog-Blogger-dan-Wordpress-Internetips-Cara-Menulis-Blog-Untuk-Pemula

Blog merupakan media web yang bisa kamu gunakan untuk memublikasikan konten yang biasanya berbentuk tulisan – yang bisa diperkaya dengan menyisipkan gambar, foto, ilustrasi, animasi, audio, dan bahkan video. Terdapat beberapa layanan yang tersedia untuk kamu yang ingin mengakses blog secara gratis. Berikut merupakan dua layanan pembuatan website blog gratis terbesar di dunia yang bisa kamu gunakan.

Blogger

Blogger merupakan salah satu situs blog gratis yang paling terkenal di kalangan penulis artikel web. Situs ini dikelola oleh Google sejak 2003. Jika kamu ingin membuat website, tetapi hanya ingin memanfaatkannya untuk mencurahkan ide, pendapat, dan pemikiran, Blogger adalah tempat yang tepat.

Blogger juga menyediakan fitur monetisasi. Fitur ini dapat digunakan oleh mereka yang ingin menjadikan blog tempat untuk mendapat penghasilan hanya dengan menulis.

WordPress

WordPress merupakan layanan CMS open-source gratis yang paling banyak digunakan. Dia memiliki banyak fitur kustomisasi – seperti misalnya mengubah tampilan blog dengan themes dan menambahkan fitur dengan plugins.

Ada dua jenis WordPress – wordpress.com yang di hosting oleh WordPress, dan wordpress.org dimana kita harus mencari layanan hosting sendiri. Berbeda dengan versi .org yang self-installed, versi dot com yang gratis lebih mudah dalam proses pembuatannya, tetapi menyediakan lebih sedikit kustomisasi untuk pengguna dalam mengelola blog.

Sebaliknya, versi .org memang membutuhkan usaha yang “lebih” tetapi memberikan lebih banyak kendali untuk blogmu. Jika blogmu akan digunakan untuk mendapatkan uang sebagai toko online atau fungsi lain yang membutuhkan kustomisasi untuk meningkatkan keunikan blogmu, pilihlah versi .org.

Selain itu, sama seperti Blogger yang memiliki hubungan langsung dengan penyedia Adsense, WordPress juga membuka peluang pemiliknya untuk mengembangkan blog dan meraih penghasilan hanya dengan menulis.

Di samping Blogger dan WordPress, ada beberapa platform blog lain yang bagus yang bisa kamu gunakan seperti Medium, Wix, Weebly, Tumblr, dll. Bahkan jika kamu mau, kamu bisa menjadikan Instagram sebagai blog pribadi.

21 Tips Cara Menulis Blog Untuk Pemula

02-21-Tips-Cara-Menulis-Blog-Untuk-Pemula-Internetips-Cara-Menulis-Blog-Untuk-Pemula

Yang tidak banyak diketahui oleh para penulis pemula adalah bahwa proses menulis artikel (khususnya untuk blog) tidak hanya sekedar menulis. Ada berbagai hal yang harus dikerjakan sebelum dan sesudah menulis.

Untuk memastikan hasil yang terbaik, kita tidak bisa sekedar membuka word processor dan membiarkan jari-jari kita menari di atas keyboard. Ada proses yang harus diikuti dan memakan waktu yang cukup panjang.

Dan jika goal akhirnya adalah membuat blog dengan pendapatan uang yang stabil, kita juga harus mempersiapkan sistem jangka panjangnya yang berisi langkah-langkah untuk meminimalkan masalah yang akan muncul nantinya.

Mari kita simak beberapa cara yang bisa digunakan bagi pemula berikut ini.

1. Pilih Topik dan Tema Yang Sesuai Untuk Kamu 

03-01-Pilih-Topik-dan-Tema-Yang-Sesuai-Untuk-Kamu-Internetips-Cara-Menulis-Blog-Untuk-Pemula

Hal pertama yang bisa kamu lakukan pada tahap persiapan adalah mencari ide topik apa yang akan kamu bahas dan jenis konten yang akan kamu buat. Penentuan topik, tema, atau judul ini berhubungan dengan apa yang kamu suka dan juga kondisi pasarnya.

Keuntungan mulai dari topik yang kamu sukai adalah kamu akan bisa bertahan di awal – di masa-masa dimana usaha yang dilakukan paling keras sementara hasilnya belum kelihatan. 

Jika minatmu di bidang teknologi, mungkin kamu bisa menentukan tema-tema artikel dengan topik teknologi. Atau dengan kata lain, niche blog yang kamu pilih adalah teknologi. Atau mungkin kamu lebih suka membahas seputar politik? Yang hobinya makan, pilih topik tentang kuliner. Jika kamu suka membuat kerajinan tangan, mungkin kamu lebih suka mengulas topik-topik DIY – seperti misalnya bagaimana cara membuat jurnal aesthethic. Dan lain sebagainya.

Apapun niche yang kamu pilih, yang penting adalah memastikan untuk selalu menulis konten yang sesuai dengan topik blog, bukan hanya asal ada konten. Konsisten dengan satu topik, jangan sampai jadi gado-gado. Peluang blog yang mempunyai topik yang konsisten lebih besar untuk bisa cepat naik dan bertahan pada posisi tinggi di mesin pencari.

2. Riset Pasar

03-02-Riset-Pasar-Internetips

Jika sudah menentukan topik, lakukanlah riset untuk melihat kondisi pasar. Buat apa mencurahkan segala daya di topik yang tidak ada peminatnya. Gunakan hasil pencarian di search engine (atau Google) untuk mengetahui apakah niche market yang akan kita bahas ada audience-nya.

Riset ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pelajari berbagai website/blog dan contoh artikel yang ada dengan topik yang mirip dari hasil pencarian, lalu cari apa yang kurang dari mereka. Buatlah ide unik yang bisa mengisi kekosongan tersebut dan menjawab kepentingan bagi pembaca sehingga menarik untuk dikunjungi.

Riset pasar juga bisa memberikan insight apa yang paling diinginkan audience yang mencari topik-topik tersebut. Dengan insight ini kamu bisa punya masukan untuk membuat konten yang lebih menarik, sekaligus menentukan dan menonjolkan kelebihan di blogmu, dan membangun kedekatan dengan pembaca yang kita targetkan.

3. Siapkan Sistem Menulis Artikel

03-03-Siapkan-Sistem-Menulis-Artikel-Internetips

Kalau kamu hanya berencana untuk menulis satu-dua artikel saja, silakan langsung meloncat ke tips pembuatan judul. Tetapi saat kamu memutuskan untuk me-manage sebuah blog dengan konsisten dalam jangka panjang, kamu butuh sebuah sistem yang baik dan mudah digunakan. Tidak perlu menggunakan tools atau aplikasi yang rumit dan mahal, yang penting kita bisa dengan cepat membuat daftar, menambahkan, dan mengambil ide-ide tulisan.

Kamu bisa menggunakan spreadsheet biasa atau database. Beberapa di antaranya adalah Excel, Google Sheet, atau bisa juga Notion.

Fungsi dari sistem ini adalah supaya setiap saat kita selalu tahu apa yang harus dilakukan sekarang, dan apa yang akan dikerjakan berikutnya.

4. Buat Content Plan

03-04-Buat-Content-Plan-Internetips

Salah satu musuh terbesar para content creator adalah writer’s block, atau sering disebut sebagai blank – kehilangan ide topik apa lagi yang akan dikerjakan. Untuk bisa memproduksi konten secara konsisten, kita butuh content plan.

Pada awalnya, kumpulkan semua ide tulisan berdasarkan topik yang sudah kita pilih sebelumnya. Kelompokkan ide-ide ini dalam beberapa topik besar, lalu susun dengan rapi di dalam spreadsheet/database yang kita miliki. Sertakan deadline atau tanggal publikasi beserta berbagai detail lain yang diperlukan.

Seiring dengan berjalannya waktu, kamu pasti akan mendapatkan banyak ide-ide baru. Tambahkan ide-ide tersebut ke dalam content plan ini sesuai dengan kategorinya, sehingga bisa digunakan di kemudian hari.

Dengan adanya Content Plan, kamu sebagai penulis dapat menulis setiap saat dan mengucapkan selamat tinggal pada writer’s block.

5. Lakukan Riset Kompetitor dan Riset Konten Blog

03-05-Lakukan-Riset-Kompetitor-dan-Riset-Konten-Blog-Internetips

Selain menjadikan artikel-artikel lain sebagai referensi, kamu bisa melakukan competitor research. Sebagai seorang penulis, kamu pasti penasaran bagaimana artikel-artikel tersebut bisa muncul di hasil pencarian teratas.

Competitor research bisa kamu lakukan dengan mengunjungi artikel dengan rank teratas di mesin pencari. Kemudian, analisis konten tersebut, mulai dari isi, jumlah kata, bagaimana kalimat judulnya dirangkai, pendahuluan, hingga penutup, kata kunci, dll.

Perhatikan, analisa, dan pahami setiap artikel yang kamu baca dari competitor. Pahami alasan artikel tersebut bisa berada di jajaran teratas pencarian, lalu duplikasi metode yang digunakan.

6. Cari Referensi dalam Menulis Artikel di Blog

03-06-Cari-Referensi-dalam-Menulis-Artikel-di-Blog-Internetips

Dalam membuat artikel, tentu kamu membutuhkan referensi yang bisa mendukung tulisanmu. Dalam hal ini, kamu bisa menggunakan literatur atau buku, artikel lain, hingga konten lain yang berkaitan dengan topik yang kamu bahas. Tentunya, gunakan referensi yang valid dan kredibel.

Jangan lupa memberikan kredit kepada sumber-sumber yang kamu gunakan dalam penulisan. Kamu bisa menambahkan bagian source di akhir seperti pada artikel ilmiah, catatan kaki atau catatan akhir, nama situs, atau bisa juga sekedar link di dalam artikelnya. Sebagai catatan, membuat daftar pustaka dari internet sedikit berbeda dengan buku.

7. Pikirkan Judul Artikel Yang Terbaik

03-07-Pikirkan-Judul-Artikel-Yang-Terbaik-Internetips

Sudah siap untuk mulai menulis? Pilih satu topik dari content plan dan buatlah judul yang menarik supaya orang yang melihat mau mengunjungi.

Judul adalah hal yang pertama dilihat di hasil pencarian. Apakah seseorang akan meng-klik dan membaca konten blog kita atau tidak tergantung dari judulnya. Bisa dibilang bahwa keberhasilan sebuah konten sangat dipengaruhi oleh judulnya.

Sebegitu pentingnya judul sehingga ada anjuran untuk menggunakan 50% dari seluruh waktu pembuatan artikel hanya untuk memikirkan judul terbaik dan beberapa alternatifnya.

Karena itu, sebelum mengerjakan yang lain, judul yang menarik harus dipersiapkan dulu hingga mampu menarik perhatian para pencari.

Beberapa contoh judul yang bisa membuat orang penasaran misalnya, “5 Tips Menghadapi Penjual Smartphone yang Berisik”, “Cara Memperbaiki HP Lemot agar Kencang Kembali”, dll.

8. Tentukan Kata Kunci (Keywords) yang Relevan

03-08-Tentukan-Kata-Kunci-Keywords-yang-Relevan-Internetips-Cara-Menulis-Blog-Untuk-Pemula

Berkaitan dengan penentuan tema maupun judul, penggunaan kata kunci atau keywords dalam artikel yang kita buat menjadi hal yang penting. Kamu harus tahu kata kunci seperti apa yang biasa audiens gunakan dalam mencari sesuatu di internet.

Karena begitu banyak artikel yang tersedia di internet, tulisanmu harus bersaing dengan artikel-artikel lain. Saat ini berbagai mesin pencari, terutama Google, sudah sangat pintar. Tetapi mereka hanyalah mesin yang belum bisa menyamai otak manusia dalam mengerti konteks dari sebuah konten. Tugas kita adalah membantu para mesin itu untuk bisa mengerti dengan menambahkan kata kunci baik dalam teks maupun judul, meta description, URL, dan elemen lainnya seperti gambar.

Dengan menggunakan kata kunci tersebut, mesin pencari akan lebih mengerti topik pembahaan konten tersebut, dan otomatis artikel milikmu berpotensi untuk naik lebih tinggi di hasil pencarian yang relevan, dan bisa dikunjungi lebih banyak pembaca.

Oleh karena itu, riset mengenai kata kunci perlu kamu lakukan, agar tulisanmu menjadi konten yang berkualitas, lebih optimal, dan relevan dengan pencarian. Ada banyak sekali tools yang dapat kamu gunakan untuk riset kata kunci salah satunya adalah Google Trends.

Yang harus diingat adalah, jangan terlalu berlebihan dalam menggunakan kata kunci dalam konten. Terlalu banyak kata kunci bisa dilihat oleh Google sebagai over optimization, sulit ranking, atau bahkan diturunkan rankingnya.

9. Susun Outline Yang Terstruktur

03-09-Susun-Outline-Yang-Terstruktur-Internetips

Setelah itu, mulailah menyusun kerangka atau outline dari artikel yang akan kamu kerjakan. Hal ini bertujuan agar artikel tersebut lebih terfokus bahasannya, dan tidak meluas ke mana-mana.

Kamu bisa membuat outline seperti daftar isi. Mulai dari pendahuluan, apa saja yang harus tercakup dalam bagian pembuka. Baiknya, pendahuluan memuat kata kunci dari artikel. Kemudian, pendahuluan dimulai dengan menjelaskan statistik, pertanyaan, maupun cerita yang relate dengan pembaca terhadap topik.

Setelah pendahuluan, kamu mulai menyiapkan apa saja yang akan dijelaskan. Tentu saja, pembahasannya harus lengkap dan sesuai dengan topik yang dibahas sehingga memudahkan pembaca. Kamu bisa melakukan riset terhadap artikel serupa sebagai referensi dari isi artikelmu nanti. Kamu juga bisa menggunakan pengalaman pribadi sebagai contoh.

Terakhir yang harus kamu siapkan adalah penutup. Penutup bisa berisi kesimpulan dari artikel yang sudah kamu bahas. Juga, biasanya penutup berisi ajakan pembaca untuk melakukan sesuatu.

Dengan membuat kerangka, kamu bebas menulis bagian artikel mana saja terlebih dahulu. Kamu bisa menulis langsung ke intinya, dan mengerjakan pendahuluan setelah semua selesai, misalnya. Tidak perlu khawatir kebingungan, karena susunannya sudah kamu buat sebelumnya, kamu tetap menulis di alur yang benar.

10. Buat Tulisan Yang Menjawab Pertanyaan

03-10-Buat-Tulisan-Yang-Menjawab-Pertanyaan-Internetips

Di Internet, tidak ada istilahnya konten yang tidak menarik, yang ada adalah konten yang tidak relevan dengan pencarian. Relevansi adalah faktor yang membuat sebuah konten sukses ataupun gagal.

Artikel yang kamu tulis haruslah artikel yang akan menjadi jawaban untuk kebutuhan atau pertanyaan yang diketik pembaca untuk mencari jawabannya di mesin pencari. Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui blog kamu, maka konten yang kamu buat akan sukses.

Karena itu, isi konten haruslah sesuai fakta dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, cobalah menulis dengan metode 5W + 1H, yang artinya tulisanmu harus bisa menjawab pertanyaan “apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana”.

Selain itu, kamu bisa gunakan fitur “People Also Asked” (PAA) di Google untuk mencari tahu apa-apa saja yang ditanyakan oleh para pengguna internet. Dengan begitu, kamu bisa menyajikan artikel yang menjadi jawaban bagi para audiens. Caranya, buka Google melalui browser dan lakukan pencarian. Fitur PAA biasanya muncul di bawah hasil pencarian ke dua.

11. Pecah Konten Menjadi Bagian yang Lebih Kecil

03-11-Pecah-Konten-Menjadi-Bagian-yang-Lebih-Kecil-Internetips

Artikel yang baik adalah artikel yang tidak terlalu padat, dan cenderung to the point. Hal ini disebabkan karena pembaca ingin tahu secara langsung apa yang sedang ia cari. Untuk itu, buatlah artikel yang jelas juga to the point.

Ketika membuat outline tentu kamu membagi artikel menjadi 3 bagian, seperti pendahuluan-isi-penutup. Di bagian isi, kamu juga membagi bahasan menjadi beberapa bagian yang runtut dan memiliki struktur hirarki yang jelas dengan menggunakan Header/Heading (H2, H3, H4). Bagian-bagian inilah yang harus kamu tulis dengan jelas dan tidak terlalu padat, agar pembaca tidak merasa kebingungan terhadap isi.

Setiap bagian-bagian artikel sebaiknya tidak lebih dari 300 kata. Jadi, ketika menulis pendahuluan, kamu tidak menulis lebih dari 300 kata. Begitu juga pada bagian isi yang memiliki subjudul-subjudul bahasan, tulislah tidak melebihi 300 kata.

Jumlah kata yang sedikit di setiap isi subjudul dan paragraf akan membuat pembaca lebih nyaman dan betah dalam mengkonsumsi konten.

12. Gunakan Kaidah Penulisan Sesuai KBBI dan PUEBI

03-12-Gunakan-Kaidah-Penulisan-Sesuai-KBBI-dan-PUEBI-Internetips

Supaya bisa menjangkau audiens yang lebih luas, kamu bisa membuat blog dalam bahasa Inggris. Tetapi untuk pemula, sebaiknya fokuskan pada audiens berbahasa Indonesia terlebih dahulu.

Untuk konten berbahasa Indonesia, baiknya menggunakan kaidah penulisan sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Dengan mengikuti aturan, artikel yang kamu tulis tersusun dengan baik dan tidak berantakan.

Kamu harus paham mana kata yang baku dan tidak, bagaimana penulisan huruf kapital, penggunaan tanda baca, penggunaan kata hubung, dll. Semua aturan ini dimuat dalam KBBI dan PUEBI.

13. Gunakan Gaya Bahasa Baku tetapi Tidak Kaku

03-13-Gunakan-Gaya-Bahasa-Baku-tetapi-Tidak-Kaku-Internetips

Gaya bahasa yang baku tidak harus selalu kaku. Beberapa tips berikut ini bisa kamu gunakan agar tulisanmu baku tetapi tidak kaku:

1. Gunakan diksi yang tepat

Buatlah kalimatmu lebih mudah dipahami dengan penggunaan diksi yang tepat. Selain itu, diksi yang tepat juga akan membuat pembaca merasa tertarik terhadap artikel.

2. Utak-atik struktur kalimat

Dalam menulis kalimat, kamu mungkin sudah tau apa itu subjek, predikat, objek, dan keterangan yang biasa disingkat dengan S-P-O-K. Struktur kalimat tidak selalu harus berurutan S-P-O-K, kamu bisa mengutak-atik struktur kalimat agar makin menarik.

3. Manfaatkan kombinasi kosakata dengan baik

Tidak selalu ada padanan istilah asing dalam bahasa Indonesia. Jika demikian, tidak masalah untuk menggunakanlah istilah asing yang memang sudah umum digunakan. Hal ini akan memudahkan audiens memahami maksud dari tulisan tersebut.

14. Sisipkan Media, Gambar, dan Caption

03-14-Sisipkan-Media-Gambar-dan-Caption-Internetips

Dalam menulis artikel di blog, sebaiknya kamu menyisipkan visual atau ilustrasi yang sesuai dengan konten. Tidak hanya membantu pengunjung menemukan ruang bernafas diantara lautan kata-kata, elemen visual juga bisa memperkaya dan menambah value kepada konten yang sudah ada.

Namun, kamu harus berhati-hati dalam melakukannya. Jangan asal memasukkan apapun yang bisa kamu temukan. Jangan pernah lupa untuk mencantumkan sumber dari aset-aset visual tersebut. Selain itu, optimasi ukurannya terlebih dahulu sehingga tidak membebani halaman.

Gambar yang berukuran besar dapat menyebabkan blog menjadi berat dan lama untuk dibuka. Pengunjung tentu akan merasa tidak nyaman jika blog yang mereka buka berat. Untuk melakukannya, kamu bisa menggunakan image optimizer yang banyak tersedia di internet.

Selain itu, jangan lupa juga untuk memberi nama file dengan mencantumkan kata kunci yang sesuai dengan isi konten. Berikan juga caption atau keterangan di setiap gambar yang diunggah ke dalam artikel.

15. Tambahkan Link Internal maupun Eksternal

03-15-Tambahkan-Link-Internal-maupun-Eksternal-Internetips-Cara-Menulis-Blog-Untuk-Pemula

Tips selanjutnya adalah menyisipkan link internal maupun eksternal ke dalam artikel. Internal link merupakan tautan yang mengarah pada halaman lain dalam website yang sama. Itu artinya, kamu bisa memasukkan link postingan yang lain ke dalam artikel yang sedang kamu kerjakan.

Berbeda dari saudaranya, external link merupakan tautan yang mengarah pada halaman lain di website berbeda. Biasanya penyisipan link eksternal berguna agar pembaca bisa tahu sumber web asli dari isi artikel yang kita tulis.

Berbagai studi membuktikan bahwa blog yang memiliki link internal dan eksternal akan lebih mudah ranking di search engine

16. Tutup dengan Kesimpulan yang Jelas

03-16-Tutup-dengan-Kesimpulan-yang-Jelas-Internetips

Buatlah kesimpulan yang sederhana, singkat, dan jelas untuk menutup tulisanmu. Kesimpulan yang baik, maka pesan pun dapat tersampaikan dengan baik. Tulis kesimpulan dengan membahas kembali topik secara singkat agar orang yang membaca dapat memahami informasi yang disampaikan dengan baik.

Dalam menutup sebuah artikel web, kamu bisa membandingkan kondisi pembaca sebelum dan sesudah setelah membaca konten tersebut.

Misalnya, kamu yang sebelumnya kesulitan dalam proses pembuatan konten bisa tercerahkan setelah menyerap informasi dari artikel ini.

Lalu jangan lupa sisipkan kalimat CTA “call to action”, yaitu kalimat yang mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, bisa menyuruh mereka untuk menikmati tulisanmu yang lain, memberi feedback, dll. Kemudian, alangkah baiknya juga kamu memasukkan kata kunci artikel di bagian penutup ini.

Contoh kalimat call to action seperti,

“Jangan lupa ya untuk menerapkan tips dari artikel ini. Selain itu, jika kamu menyukai artikel ini, silakan berikan kritik, saran, dan masukan di kolom komentar di bawah agar tulis penulis menjadi lebih baik lagi”.

Satu catatan tambahan, CTA sebaiknya menggunakan kalimat aktif yang menjelaskan tindakan langsung ketimbang kalimat pasif.

17. Optimalkan Konten Dari Sisi SEO

03-17-Optimalkan-Konten-Dari-Sisi-SEO-Internetips-Cara-Menulis-Blog-Untuk-Pemula

Jika ingin konten kamu bisa mendaki ke posisi tertinggi di mesin pencari, jangan lupa tahap yang satu ini. Setelah menyelesaikan semuanya dari pengantar hingga penutup, kamu juga dapat mengoptimalkan kembali tulisan kamu sebelum dipublikasikan.

Optimalisasi SEO bisa dilakukan secara manual. Tetapi untuk mempercepat, mempermudah, dan mengurangi kesalahan dalam proses ini, kamu bisa menggunakan bantuan tools Search Engine Optimization (SEO). Adapun berikut beberapa tools SEO yang bisa kamu gunakan:

1. Google Trends, Keyword Planner, Analytics, Search Console, PageSpeed Insight untuk analisa konten.

2. ahrefs, SEMrush, Ubersuggest, dan berbagai keyword tools lainnya.

3. YoastSEO, RankMath, Squirrly, dan berbagai SEO WordPress plugin lainnya.

18. Baca Kembali Artikel setelah Selesai

03-18-Baca-Kembali-Artikel-setelah-Selesai-Internetips

Seorang penulis harus bisa memosisikan dirinya sebagai pembaca juga. Membaca kembali artikel yang sudah selesai kamu tulis merupakan hal yang penting. Hal ini bertujuan agar bisa menilai apakah tulisanmu sudah enak dan nyaman dibaca atau belum. Jika ada kalimat yang kurang tepat, masih bisa kamu perbaiki.

Istirahat terlebih dahulu sekitar 30 menit sampai 1 jam setelah selesai sebelum membaca kembali. Kamu akan mendapatkan sudut pandang baru yang lebih fresh dan melihat kesalahan-kesalahan yang sebelumnya terlewatkan.

19. Tekan Tombol Publish

03-19-Tekan-Tombol-Publish-Internetips

Bagian ini adalah yang paling menegangkan. Banyak yang menunda-nunda karena tidak yakin dengan kualitas konten yang telah mereka buat. Tetapi jika kamu sudah mengikuti semua tips yang dijabarkan di atas, saatnya membagikan konten tersebut kepada dunia.

Tekan tombol publish.

Bagi mereka yang masih ingin memastikan kualitas kontennya sekali lagi, dan lagi, dan lagi; ingatlah bahwa mengejar kesempurnaan itu tidak ada habisnya. Percayalah dengan semua keputusan yang kamu ambil.

Tekan tombol publish.

Berbeda dengan buku yang tidak bisa di-edit lagi setelah dipublikasikan, kamu bisa memperbaiki dan meningkatkan performa konten kamu nanti.

20. Promosikan Konten Kamu

03-20-Promosikan-Konten-Kamu-Internetips

Tips terakhir dan tidak kalah penting adalah promosikan tulisanmu melalui semua channel yang kamu miliki, terutama media sosial. Kamu bisa mempromosikan artikelmu melalui Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp, email, dan bahkan secara manual.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan reach dari konten tersebut. Social media bisa menjadi platform yang efektif untuk mempromosikan konten kamu karena banyaknya pengguna social media saat ini.

21. Analisa Performa Artikel dan Lakukan Rework

03-21-Analisa-Performa-Artikel-dan-Lakukan-Rework-Internetips

Tips terakhir adalah analisa dan rework. Ini adalah langkah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh blogger pemula. Sama seperti kamu ketika menganalisa konten dengan melihat apa yang sudah orang lain kerjakan, para kompetitor kamu juga melakukan hal yang sama. Jika kamu mempunyai konten yang bagus, pasti konten itu juga akan menjadi patokan yang akan berusaha dikalahkan dengan konten yang lebih baik. 

Bagaimana kamu bisa tahu jika konten kamu sudah dikalahkan oleh konten lain? Lakukan analisa performa artikel/konten. Caranya? Gunakan tools gratisan dari Google seperti Google Analytics dan Google Search Console. Daftarkan situs kamu ke layanan tersebut.

Jika itu terjadi, apa yang harus kamu lakukan? Perbaiki konten tersebut dengan lebih baik lagi dengan me-rework-nya.

Dari Pemula Menjadi Blogger Sukses

04-Dari-Pemula-Menjadi-Blogger-Sukses-Internetips-Cara-Menulis-Blog-Untuk-Pemula

Nah, itulah 21 tips mengenai cara menulis blog untuk pemula. Jangan lupa juga untuk selalu menerapkannya, agar proses menulismu menjadi makin mudah. Namun, selain mengikuti tips di atas, yang paling penting adalah konsistensi dalam menulis untuk meningkatkan kemampuanmu.

Asah juga kemampuan untuk mengoptimalkan konten kamu di blog agar bisa berada di daftar pencarian teratas mesin pencari. Makin sering kamu menulis dan mengoptimalkan, makin baik kualitas tulisanmu. Jika tidak, blog kamu hanya akan berada di tingkatan “asal ada artikel” dan tidak akan pernah maju.

Menulis adalah proses belajar yang panjang untuk keberhasilan seorang blogger. Jangan berharap sukses hanya dari menulis sebuah artikel.

Jika kamu menyukai artikel ini, silakan share artikel ini dan tinggalkan komentar berupa kritik, saran, dan masukan, agar artikel-artikel penulis menjadi lebih baik lagi untuk ke depannya. 

Jika kamu suka dengan tips-tips diatas, baca juga artikel-artikel ini: Tanda Tanya Terbalik, Lompat Tali Tanpa Tali, dan Text Generator Keren.

5 replies on “Cara Menulis Blog Untuk Pemula (21 Tips Mudah Untuk Blogger)

Leave a Reply

Your email address will not be published.