Penipuan Tarif SMS?

 

 

 

Sebuah artikel di NYTimes mengungkapkan bahwa apa yang orang-orang percaya mengenai tarif SMS ternyata tidak benar. Sementara biaya pengiriman SMS bisa dibilang nol karena dia sekedar menumpang pada jalur lalu lintas data, biaya lain yang harus diperhitungkan hanyalah biaya penyimpanan data teks SMS. Tetapi itu juga tidak signifikan.

 

Artikel itu menyebutkan bahwa biaya penyimpanan data kira-kira sekitar US$ 100 untuk setiap terrabyte data. Ukuran data dari satu SMS dengan 160 karakter hanyalah sekitar 100 byte atau kurang (hasil eksperimen pribadi). Satu terrabyte sama dengan seribu Gigabyte atau satu juta megabyte atau seribu juta kilobyte.

Jika ukuran data satu SMS senilai dengan sepersepuluh kilobyte, maka setiap terrabyte penyimpanan bisa menampung sepuluh ribu juta SMS. Maka dengan perhitungan kasar, seharusnya biaya per SMS jika didasarkan pada biaya penyimpanan data adalah US$ 100 dibagi 10,000,000,000. Dengan nilai tukar saat tulisan ini dibuat dimana US$ 1 = sekitar Rp 11,000, kalkulator saya mengeluarkan angka ini: Rp. 0,00011.

Jadi silakan ambil kesimpulan sendiri. Jika provider telepon selular anda membebankan sekitar Rp. 250 per SMS, berapakah keuntungan yang mereka ambil? Bahkan dengan hanya Rp 1 per SMS pun keuntungan mereka sudah sekitar 10,000%. Betul-betul bisnis yang menggiurkan, bukan?

Tetapi itu kan artikel yang menjelaskan keadaan di Amerika Serikat. Di Indonesia tentu keadaannya berbeda. Di sini biaya hidup dan berbagai biaya operasional lainnya jauh lebih… murah.

Baca artikel lengkapnya di sini: Digital Domain – What Carriers Aren’t Eager to Tell You About Texting – NYTimes.com.