MacBook Air – versi Taiwan

MacBook Air? Mirip, tapi bukan. Gambar diatas adalah laptop MSI “yang terinspirasi oleh” (kata yang lebih sopan untuk mencontek atau meniru) MacBook dan MacBook Air buatan Apple.

Memang katanya sih ide tidak bisa di-paten-kan. Tetapi kalau sama persis sih namanya pelanggaran hak cipta. Mungkin maksudnya adalah menyediakan alternatif yang lebih terjangkau untuk para pecinta Mac yang berkantong cekak.

Dan, tentu saja, OS-nya bukan Mac OS X… Mungkin Linux, mungkin juga Windows. Kalau ternyata yang kedua, “Waspadalah” terhadap serangan virus.

View original web page

Kamen Rider – boso Jowo

Memang betul kata orang, satu-satunya yang membatasi hasil yang bisa kita capai hanyalah imajinasi. Video ini membuktikan apa yang bisa dihasilkan dari kombinasi waktu luang, kemampuan editing video, kemampuan berbahasa Jawa, dan imajinasi yang liar…

Untuk yang sudah tahu, mohon maaf karena menghadirkan video yang cukup basi. Saya sendiri baru mengetahuinya dari rekomendasi seorang teman.

Pembangkit Listrik Tenaga Gravitasi?

Yang pertama muncul di benak saya pertama kali membaca artikel ini adalah rasa tidak percaya. Apalagi penemunya orang Indonesia, seorang tukang servis elektronik lulusan STM di Pamekasan – Madura. Tetapi kalau memang benar bisa diwujudkan, tentunya ini adalah penemuan skala dunia.

Dalam penemuannya, Djoko mengandalkan gravitasi bumi untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik tersebut murni berasal dari kekuatan alam dan tidak ada bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk menggerakkan mekanik penarik dinamo generator.

Sepertinya kita memang harus menunggu bagaimana kelanjutan ceritanya. (Dan apakah negara tetangga kita, Malaysia, akan mengklaim bahwa itu adalah lagi-lagi hak milik negara mereka karena Madura dulunya juga adalah bagian dari negri jiran itu…)

Kompas.Com – Listrik.tenaga.gravitasi.hebohkan.pamekasan

Blogged with the Flock Browser

Mendapatkan Dollar Sambil Berbagi Opini di Ciao

Seorang tokoh dunia teknologi baru-baru ini mengatakan bahwa kita sudah tidak lagi tinggal di era informasi, tetapi di era penyaringant informasi. Setiap hari kita dihujani oleh terlalu banyak informasi sehingga kadang-kadang sulit sekali memilah-milah antara informasi yang baik dan yang buruk, antara yang benar dan yang ‘ngaco’.

Karena itulah situs-situs review yang berbasiskan komunitas seperti Digg dan del.icio.us menjadi sangat populer. Logikanya sederhana saja, jika ada informasi yang bisa dipercaya di luar sana, itu pasti informasi yang sudah dipilih dan dipilah oleh orang banyak – anggota komunitas. Dan di jaman dimana batasan geografis sudah tidak lagi menjadi hambatan, semua orang di dunia bisa menjadi anggota komunitas.

Jika anda adalah tipe orang yang senang berteman sambil berbagi opini dengan dunia (dan senang mendapatkan uang juga…) mungkin situs yang satu ini bisa masuk ke dalam daftar situs favorit. Namanya Ciao.

Dan sebagai bagian dari resolusi tahun baru saya (dan mungkin anda juga) – untuk mendapatkan penghasilan tambahan – sepertinya situs ini bisa menjadi salah satu alternatifnya.
…baca lanjutannya…

Mari Memunguti Receh Bersama-sama

Salah satu resolusi saya di tahun yang baru ini adalah mendapatkan penghasilan tambahan dari internet. Lalu saya berpikir kenapa tidak sekalian saja mengajak semua pembaca InterNeTips untuk ikut serta, naik delman istimewa ku duduk di muka?

Karena itu, saya akan mencari berbagai peluang untuk mendapatkan uang – yang legal tentu saja – dari internet, dan membaginya di sini.

Semoga dengan begini kita semua bisa bersama-sama meningkatkan kualitas hidup kita di masa yang sulit ini.

Selain itu, jika anda mengetahui peluang lain yang bisa kita manfaatkan sama-sama, kenapa tidak membaginya dengan sesama pembaca InterNeTips lainnya? Gunakan link “Hubungi” yang ada di atas untuk menuliskannya dan saya akan me-review-nya. Dan jika memang legal dan layak untuk di-share, dia pasti akan muncul di halaman InterNeTips kita yang tercinta ini.

Bagaimana pendapat anda? Setuju? Tidak? Ragu-ragu? Tuangkan opini anda lewat komentar di bawah dengan meng-klik link ini …baca lanjutannya…

Pembangkit listrik tenaga ransel

Backpack Pembangkit Listrik

 

Ada satu gurauan lama dimana disebutkan bahwa bahan bakar yang paling bagus adalah bensin campur – bensin campur dorong. Dan ternyata konsep ini dibawa sedikit lebih jauh ke dunia nyata oleh seorang penemu sekaligus profesor dari University of Pennsylvania yang bernama Larry Rome.

Dia menciptakan ransel yang sekaligus berfungsi sebagai pembangkit listrik yang memanfaatkan guncangan naik-turun dari ransel tersebut ketika dibawa berjalan oleh penggunanya. Memang daya yang dihasilkan tidak besar – beban ransel seberat 40-80 pon (sekitar 20-40 kilogram) akan membangkitkan daya listrik sebesar 7 watt saja. Jauh dari cukup untuk menyalakan televisi dan home theatre, tetapi sangat cukup untuk mengisi baterai gadget portable semacam GPS, telepon genggam, radio dua arah, kamera digital dan juga iPod.

Ransel tersebut sedikit lebih berat daripada ransel biasa dan akan membakar kalori 3% lebih banyak. Tetapi kekurangan tersebut tidak terlalu menjadi masalah karena pada penerapannya di bidang militer, para serdadu bisa mengurangi beban beberapa kilogram dari baterai tambahan yang biasanya dibawa. Selain itu, struktur rangka pembangkit listrik pada ransel ini membuatnya menjadi lebih nyaman dibawa.

Satu lagi ide brilian yang ramah lingkungan karena akan lebih sedikit baterai yang akan mencemari bumi kita tercinta ini. Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini: MAKE: Blog: Power Pack – Generating power with the motion of a back pack, dan produk jadinya bisa dilihat di: Lightning Packs

Penipuan Tarif SMS?

 

 

 

Sebuah artikel di NYTimes mengungkapkan bahwa apa yang orang-orang percaya mengenai tarif SMS ternyata tidak benar. Sementara biaya pengiriman SMS bisa dibilang nol karena dia sekedar menumpang pada jalur lalu lintas data, biaya lain yang harus diperhitungkan hanyalah biaya penyimpanan data teks SMS. Tetapi itu juga tidak signifikan.

 

Artikel itu menyebutkan bahwa biaya penyimpanan data kira-kira sekitar US$ 100 untuk setiap terrabyte data. Ukuran data dari satu SMS dengan 160 karakter hanyalah sekitar 100 byte atau kurang (hasil eksperimen pribadi). Satu terrabyte sama dengan seribu Gigabyte atau satu juta megabyte atau seribu juta kilobyte.

Jika ukuran data satu SMS senilai dengan sepersepuluh kilobyte, maka setiap terrabyte penyimpanan bisa menampung sepuluh ribu juta SMS. Maka dengan perhitungan kasar, seharusnya biaya per SMS jika didasarkan pada biaya penyimpanan data adalah US$ 100 dibagi 10,000,000,000. Dengan nilai tukar saat tulisan ini dibuat dimana US$ 1 = sekitar Rp 11,000, kalkulator saya mengeluarkan angka ini: Rp. 0,00011.

Jadi silakan ambil kesimpulan sendiri. Jika provider telepon selular anda membebankan sekitar Rp. 250 per SMS, berapakah keuntungan yang mereka ambil? Bahkan dengan hanya Rp 1 per SMS pun keuntungan mereka sudah sekitar 10,000%. Betul-betul bisnis yang menggiurkan, bukan?

Tetapi itu kan artikel yang menjelaskan keadaan di Amerika Serikat. Di Indonesia tentu keadaannya berbeda. Di sini biaya hidup dan berbagai biaya operasional lainnya jauh lebih… murah.

Baca artikel lengkapnya di sini: Digital Domain – What Carriers Aren’t Eager to Tell You About Texting – NYTimes.com.